Profil Gereja



Selayang Pandang GKJ Jatinom
A.    Benih yang tumbuh dan berkembang
1.      Pepanthan Jeblog dan Polanharjo (GKJ Delanggu)
Pada tahun 1953 datang keluarga Bp. Yusuf Siswosudarmo asal dari Ungaran dia sebagai guru SR (Sekolah Rakyat) Negeri Ponggok, bertempat tinggal di desa Jeblog, Karanganom, Klaten. Bp. Yusuf Siswosudarmo adalah seorang yang peramah dan bermasyarakat, rajin menyebarkan injil. Pada tahun 1954 keluarga Bp. Karyosentono dan keluarga Bp. S Yotosudirjo menerima permandian kudus di Gereja Delanggu oleh Pdt. Hadisiswoyo. Sedang penginjil pada waktu itu adalah Bp. Wirosumarto.
Terus Bertambah warga Kristen di wilayah Jeblog, Ponggok dan Polanharjo. Pada tanggal 26 Juni 1956 Ibu. Mintowiharjo dan anaknya Ester Sri Suharni di Baptis di GKJ Delanggu.
Pada tahun 1958 dibuka katekisasi dirumah Ibu. Mintowiharjo di Ponggok yang diikuti alumni siswa SGB dan SMP Kristen Klaten. Kemudian pada tahun 1960 pindah dirumah Bp. Hendrosarjono (Berprofesi sebagai Mantri di RS Tegalyoso Klaten) Kajen, Dalangan, Tulung, Klaten. Pada tahun 1961 kebaktian pindah dirumah Bp. Triadi Thomas di Polanharjo.
Karena berkat Tuhan, pada tahun 1969 Gereja di Polanharjo dapat dibangun diatas tanah seluas 120 m2, pemberian pemerintah setempat. Dengan swadaya gotong royong dari warga yang dipimpin oleh Bp. Yitnosubroto, Bp. Triadi Thomas dan Bp. Suparmo.
Gereja Polanharjo di resmikan pada tanggal 14 Agustus 1969 oleh Bp. Bupati Kdh. Tk. II Klaten (Bapak Sutiyoso).
Karena terus tumbuh dan berkembang warga wilayah Polanharjo, Jeblog dan Ponggok, pada tahun 1982 di Jeblog mulai merintis pembangunan Gereja diatas tanah seluas 304 m2 pemberian pemerintah setempat. Panitia pembangunan Gereja Jeblog dibentuk pada tahun 1987 yang diketuai oleh Bp. Dr. Yusuf Harjosayono, dokter puskesmas Tulung, Klaten. Berkat Tuhan pada tahun 1990 pembangunan Gereja Jeblog dapat selesai karena bantuan Ibu. Dwijowijono warga GKJ Sawokembar Yogyakarta. Pada tanggal 25 Desember 1990 Gereja Jeblog diresmikan Bp. Camat Karanganom (Bp. Sutrisno) tanggal 1 Januari 1991 mulai ditempati beribadah warga Jeblog, Ponggok dan sekitarnya.
Pepanthan Polanharjo dan Jeblog pada tahun 1998 jumlah warga menjadi :
Polanharjo jumlah KK 43, jumlah warga 132 orang, sedang di
Jeblog jumlah KK 39, jumlah warga 118 orang.

2.      Pepanthan Karanganom (GKJ Ceper)
Pada tahun 1950 di wilayah Kecamatan Karanganom ada umat Kristen yang datang dari daerah lain karena sudah pensiun, karena tugas sebagai pegawai dan lain sebagainya, warga tersebar dibeberapa wilayah. Antara lain : Desa Karangan, Desa Karanganom, Desa Beku. Desa Troso, Desa Tarubasan, Desa Brangkal, Desa Jurang Jero dan Desa Kadirejo.
Warga wilayah tersebut waktu itu masih warga GKJ Delanggu, karena jauh dari Delanggu warga mengadakan kebaktian dirumah Bp. L Hartosudarmo Gathaksari Karangan.
Karena perkembangan GKJ Delanggu pada tanggal 1 Juli 1977, warga wilayah Ceper Jambu Kidul dan Karanganom di dewasakan menjadi GKJ Ceper.
Berkat Tuhan Pepanthan Karanganom mendapat sebidang tanah untuk membangun Gereja dari pemerintah setempat seluas 315 m2. Pada tanggal 25 November 1985 mulai membangun Gereja Karanganom secara bertahap yang di ketuai oleh Bp. L Hartosudarmo. Pembangunan berjalan selama 2 tahun, tepatnya pada Desember 1987 pembangunan Gereja Karanganom telah selesai dengan ukuran bangunan induk 6 x 13 m2, konsistori 3 x 6 m2, tempat parkir 3 x 12 m2 dan diresmikan oleh Bp. Haji Suharjono Bupati Kdh. Tk. II Klaten.
Semua kegiatan Gerejawi di pusatkan di Gereja Karanganom. Sampai awal tahun 1998 warga Pepanthan Karanganom ada 20 KK dan warga seluruhnya 58 orang.

3.      Pepanthan Jatinom dan Kemiri
Pada tahun 1952 Bp. Naftali Dwijoatmojo bertugas sebagai Jururawat di Poliklinik Jatinom dan Bp. Budiarjo Jururawat di Ngupit. Sedang pada tahun 1955 Bp. Djasman Sumartono bertugas juga di Yakum Ngupit dan berdomisili di Ngupit, namun pemberitaan Injil sampai di Desa Kemiri Kecamatan Tulung.
Tumbuhlah pelayanan pemberitaan Injil, pada bulan Mei 1970 keluarga Bp. Yitnomartono dan keluarga Bp. Wignyosucipto dari Kemiri menerima Sakramen Baptisan pada tahun 1970.
Begitu pula di Jatinom berkembang dan tumbuh warga Kristen, pada tahun 1965 Ibu Dwi Atmojo bertugas sebagai bidan di Jatinom, tahun 1967 keluarga Bp. Sugiyanto dari GKJ Banjarnegara pindah ke GKJ Klaten bertugas sebagai guru di Jatinom.
Pada Tahun 1975 di Jatinom membuka tempat ibadah di rumah keluarga Bp. Sugiyanto (sampai sekarang). Terus tumbuh dan berkembang warga kristen di Jatinom dan Kemiri, pada tahun 1988 Pepanthan Kemiri didirikan Gereja diatas tanah seluas 1000 m2, tanah tersebut pemberian pemerintah setempat.
Gereja Kemiri di resmikan pada tanggal 25 Desember 1988 pada tanggal itu juga tempat ibadah yang awalnya bertempat dirumah Bp. Yitnomartono kini pindah di Gereja Kemiri sampai sekarang.
Sampai pada tahun 1998 warga Jatinom terdapat 40 KK, jumlah warga 98 orang, sedang di Kemiri terdapat 52 KK, jumlah warga 228 orang.

B.     Pemikiran Penggabungan
Dengan dasar :     1. Luas dan jauhnya pelayanan dari ketiga GKJ (GKJ Ketandan,  GKJ  Delanggu dan GKJ Ceper)
 2. Wilayah Kawedanan Jatinom belum berdiri/ ada GKJ yang  dewasa
 3.  Strategisnya penyebaran Injil di Jatinom

Bp. Pdt. Imanuel Harno Sakino STh (Pendeta GKJ Ketandan) merintis penggabungan Pepanthan yang berada di wilayah Kawedanan Jatinom menjadi satu masuk dalam sidang Klasis Klaten Timur VI di GKJ Ceper (sebagai konfokator).
Pada tanggal 9 Oktober 1995 dibuat surat keputusan bersama antara Majelis GKJ Ketandan, GKJ Delanggu dan GKJ Ceper, dengan nomor : 01/SKB/X/95, hal pengangkatan “Panitia Persiapan Pendewasaan GKJ Jatinom”, yang diketuai oleh Bp. Wahyono Adm.
Panitia persiapan pendewasaan GKJ Jatinom berkerjasama dengan Embrio Majelis mengadakan kegiatan, antara lain : PA Ibu-ibu, Natalan, Perjamuan Kudus dan Pengkaderan. Berjalan selama 1 tahun P3 GKJ Jatinom di tingkatkan keberadaannya menjadi P2 GKJ Jatinom (Panitia Pendewasaan GKJ Jatinom) dengan surat keputusan bersama Majelis GKJ Ketandan, Majelis GKJ Delanggu dan Majelis GKJ Ceper, nomor : 01/SKB/XII/1997, tanggal 5 Desember 1997 dengan menambah beberapa seksi yang dipandang perlu.
Panitia Pendewasaan GKJ Jatinom diperkenankan mengelola sendiri persembahan yang masuk dari warga mulai Januari 1997, yang pengaturannya diatur bersama dengan Embrio Majelis GKJ Jatinom.

C.    Pendewasaan
Proses Pendewasaan berjalan selama ¾ tahun mulai dari penjajagan sampai terlaksananya pendewasaan. Setelah melalui visitasi dari Klasis Klaten Timur 3 kali yang sifatnya visitasi membawa membawa dan hasilnya masuk ke dalam Sidang Klasis Klaten Timur VII, VIII dan terakhir pada Sidang Klasis Klaten Timur IX diputuskan dalam artikel 17 pendewasaan GKJ Jatinom.
Memperhatikan  : Surat dari GKJ Ceper selaku Konvokator rencana Pendewasaan GKJ Jatinom dan Deputat Keesaan Klasis Klaten Timur yang ditugasi mendampingi rencana tersebut.
Mengingat           : Rencana Tersebut telah diputuskan dalam Sidang Klasis Klaten Timur VII
Sidang Memutuskan: 1. Menerima rencana pendewasaan GKJ Jatinom tanggal 01  Oktober 1998.
 2. Menunjuk Pendeta konsulen dalam diri Pdt. Mulyadi HW. SmTh terhitung mulai saat pendewasaan
 3. Pelaksanaan Sidang Klasis Klaten Timur X hendaknya GKJ Jatinom telah diundang.
 4. Setelah Pendewasaan 01 Oktober 1998 GKJ Jatinom hendaknya dilibatkan dalam kegiatan- kegiatan klasikal.
 5. Utusan Sidang Sinode XXII dimohon untuk menginformasikan rencana Pendewasaan GKJ Jatinom tersebut.
Panitia dalam rangka Pendewasaan telah dapat menyusun beberapa data yang mungkin diperlukan antara lain : kewargaan, kemajelisan, persembahan, daftar majelis yang akan ditahbiskan dan pembagian blok.

D.    Pemanggilan Pendeta dan Penahbisan
Setelah diterimanya keputusan pendewasaan GKJ Jatinom, pada tahun pertama 1998-1999 GKJ Jatinom mulai melakukan penataan dan memanggil sebagai Pendeta Konsulen yaitu Bpk. Pendeta Immanuel Harno Sakino dari GKJ Ketandan Klaten. Dimana agenda dan program yang akan dibahas antara lain: penataan, penyusunan Majelis, penyusunan Komisi-komisi, pembekalan Majelis dan Komisi, penataan administrasi dan penyuluhan persembahan.
Pada tahun kedua pendewasaan 1999-2000, GKJ Jatinom diampu oleh Pendeta dari GKJ Ceper yaitu Bapak Mulyadi HW, SMTh. Dengan agenda dan program melanjutkan program pertama ditambah dengan pencarian dan pemanggilan pendeta baru untuk GKJ Jatinom. Dalam mencari bakal Calon Pendeta terdapat 3 kandidat pendeta. 3 bakal calon ini dikenalkan pada warga dengan jalan khotbah, 3 bakal calon tersebut adalah:
1.      Sdr. Supranjono Eko Raharjo, S.Si dari Yogyakarta warga GKJ Ambarukmo
2.      Sdr. Wahyu Nirmala, S.Si dari Kutoarjo warga GKJ Karangjoso
3.      Sdr.Yokanan Setiyono, STh dari Surakarta warga GKI Nusukan, Surakarta
Diantara 3 bakal calon tersebut yang akan diambil hanya satu bakal calon. Setelah melalui masa orientasi diadakan voting untuk 3 bakal calon pada tanggal 7 Mei 2001 dan akhirnya yang terpilih untuk menjadi pendeta di GKJ Jatinom adalah Sdr. Wahyu Nirmala dengan Hasil voting 95% dimenangkan oleh Sdr. Wahyu Nirmala. Perjalanan mencari bakal calon sampai menjadi calon pendeta pilihan warga berlangsung selama setahun.
Pendewasaan tahun ketiga pada tahun 2000-2001, GKJ Jatinom telah mendapat Calon Pendeta terpilih, calon terpilih masuk Sidang Klasis Klaten Timur XI Artikel 14 yang memutuskan Sdr. Wahyu Nirmala, S.Si. Dipanggil menjadi calon Pendeta GKJ Jatinom. Calon pendeta akan mengikuti proses Bimbingan Calon Pendeta yang dilakukan mulai bulan Januari-Juni 2001.
Lama waktu yang ditentukan untuk proses bimbingan adalah selama 6 bulan dengan para pembimbing yakni Bapak Pdt. Immanuel Harno Sakino, STh; Bapak Pdt. Christian Nuryadi,STh; Bapak Pdt. Pramadi Tjahyono, STh; dan Bapak Pdt.Petrus Sukadi, BTh.
Masa bimbingan berakhir bulan Juni 2001, pada sidang Klasis Klaten Timur XII tanggal 2-3 Juli diadakan ujian Peremtoir pada calon pendeta dan Sdr. Wahyu Nirmala, S.Si dinyatakan lulus dan layak tahbis menjadi pendeta (akta Sidang Klasis Klaten Timur XII, artikel 8).
Sidang pleno majelis GKJ Jatinom tanggal 11 Juli 2001 memutuskan akan melakukan penahbisan pendeta atas diri Sdr. Wahyu Nirmala, SSi. pada tanggal 1 Oktober 2001 menjadi Pendeta GKJ Jatinom di Gereja Jeblog. Selain itu Majelis memustukan panitia harian ditetapkan menjadi panitia penahbisan Pendeta yang dilengkapi dengan seksi-seksi yang diperlukan, serta membuat program panitia sampai hari H penahbisan.
Pada waktu penahbisan GKJ Jatinom mempunyai 5 tempat ibadah yang tersebar di 5 wilayah diantaranya Wilayah 1 Sebagai Jeblog, Wilayah 2 Polanharjo, Wilayah 3 Karanganom, Wilayah 4 Jatinom dan Wilayah 5 Kemiri dan dimana Jeblog sebagai gereja yang diindukan.
Jumlah kewargaan GKJ Jatinom ada 201 KK dengan 677 warga terdiri dari: warga dewasa Laki-laki 247, Perempuan 268 dengan jumlah 515. Anak-anak: Laki-laki 84, perempuan 78 dengan jumlah 162. Sedangkan majelis berjumlah 16 orang dimana terdiri dari 8 penatua dan 8 diaken dan diketuai oleh Bapak Wahyono Adiatmojo.
Setelah ditahbiskannya Sdr. Wahyu Nirmala, S.Si. Sebagai Pendeta pertama di GKJ Jatinom berharap semoga kemajuan iman warga dapat berkembang maju, meningkat serta dapat bekerjasama baik sesama jemaat maupun masyarakat sekitar dan pemerintah setempat.
Semoga Tuhan memberkati  pelayanan dan pelaksanaan Penahbisan Pendeta GKJ Jatinom berakhir dengan baik.





1 komentar:

Pradityo Hanu mengatakan...

Siiip..!!!makasih jadi tahu Sejarah GKJ Jatinom khususnya wiolayah 3 Karanganom...

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms